-
KEGIATAN PAGI SISWA
Senam Rutin Pagi Sebelum Kegiatan Pembelajaran dimulai
-
UPACARA BENDERA
Kegiatan Upacara Bendera rutin dilakukan setiap hari Senin dan Apel saat peringtan Hari-hari Besar Nasional
-
PRAKTEK IBADAH
Pembiasaan agar anak senantiasa terbiasa dalam melaksanakan ibadah sholat 5 waktu khususnya, serta dapat melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya
-
KEGIATAN OUTING CLASS
Pembelajaran diluar kelas merupakan beberapa kegiatan yang dilaksanakan agar anak senantiasa bisa menerapkan apa-apa saja yang telah dipelajari dan pembiasaan yang telah dilakukan secara rutin
-
KEGIATAN PARENTING
Salah satu kegiatan tambahan agar seluruh warga dilingkungan RA tetap mendapatkan ilmu-ilmu baru yang terupdate pada masanya
-
KEGIATAN SOSIAL
Salah satu kegiatan untuk membiasakan anak bersosialisasi terhadap lingkungan disekitarnya
Kegiatan Pembelajaran Bersama Dishub Kabupaten Malang
Sejarah Singkat
RA Darussalam adalah sebuah lembaga pendidikan prasekolah yang berada di wilayah desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung yang mulai beroperasi sejak tanggal 19 Juli 1990 dibawah naungan Lembaga Pendidikan dan Perguruan Agama Islam Pondok Pesantren Darussalam. Yaitu lembaga yang didirikan oleh KH. Drs. Mansur Ahmad, S.Sos. MBA sebagai lembaga yang bertujuan mengabdi kepada masyarakat.
RA Darussalam berdiri atas prakarsa tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menghendaki berdirinya TK Islam di wilayah Jatiguwi Sumberpucung. Pada saat itu RA Darussalam belum memiliki gedung dan menggunakan fasilitas gedung Pondok Pesantren Darussalam, dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas, pembelajaran kelompok A dan B jadi satu dan berbentuk klasikal.dengan jumlah murid 15 sampai 20 anak.
Pada tahun 1990 itu juga di RA Darussalam dibimbing 2 guru dan dengan kepala RA dipegang oleh Bu Wiji, kemudian pada tahun 1995 pengurus mengangkat Bu Sri Subekti sebagai kepala sekolah RA baru. Tahun 2000 pengurus dan Majlis Taklim Jum’at Kliwon berhasil membangun 2 ruang kelas yang terletak 200 m dari PP Darussalam untuk tempat belajar RA dan alhamdulillah jumlah murid semakin banyak. Oleh karena di tahun pelajaran 2002 - 2003 jumlah siswa mencapai 90, sehingga tahun pelajaran 2003-2004 pengurus bersama dengan masyarakat dan walimurid bekerja sama untuk bisa mewujudkan tambahan ruang kelas sehingga menjadi empat kelompok.









.jpeg)


